Tak Ingin Sekadar Jadi Tuan Rumah, Berau Pasang Target Tinggi di Harganas ke-33 Kaltim

img

Bupaati Berau Sri Juniarsih Mas memimpin rapat teknis persiapan pelaksanaan Hari Keluarga Nasional ke-33 Provinsi Kaltim, pada Selasa (9/6/2026). (foto : sep/fn)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai mempersiapkan diri secara serius menyambut pelaksanaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung pada pada 29 Juni 2026 mendatang.

 

Bagi Pemkab Berau, agenda Harganas tahun ini bukan hanya soal menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan tingkat provinsi. Lebih dari itu, momentum tersebut dipandang sebagai kesempatan untuk menunjukkan kesiapan daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang baik sekaligus memperkuat citra Berau sebagai daerah yang mampu bergerak melalui kolaborasi dan gotong royong.

 

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, keberhasilan sebuah agenda besar tidak semata ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi oleh kesiapan seluruh pihak dalam bekerja sama dan memberikan pelayanan terbaik.

 

“Kendatipun kita saat ini efisiensi, tetap harus berikan yang terbaik,” ujar Sri Juniarsih, Selasa (9/6/2026).

 

Ia menilai, sebagai tuan rumah yang akan menerima tamu dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, Berau memiliki tanggung jawab untuk meninggalkan kesan positif, baik dari sisi pelayanan, penyambutan, maupun kenyamanan selama kegiatan berlangsung.

 

“Kita harus siasati agar tetap menjaga nama baik daerah,” tambahnya.

 

Dalam pelaksanaannya nanti, Harganas ke-33 Kaltim akan menghadirkan sedikitnya delapan program utama yang dirancang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sejumlah kegiatan yang telah disiapkan antara lain senam bersama, pelayanan alat kontrasepsi, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan pemeriksaan kesehatan mental, serta berbagai aktivitas yang mendorong peningkatan kualitas hidup keluarga.

 

Tidak hanya fokus pada aspek kesehatan, pemerintah juga memasukkan kegiatan yang memiliki dampak ekonomi dan edukasi bagi masyarakat. Di antaranya melalui gelar dagang UMKM yang membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal, pasar sembako murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, hingga pameran prakarya Sekolah Siaga Kependudukan.

 

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana Harganas yang lebih dekat dengan masyarakat dan tidak hanya menjadi agenda yang dinikmati peserta resmi.

 

Karena itu, Sri Juniarsih menekankan pentingnya keterlibatan publik dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

 

“Masyarakat juga harus ikut merayakan agenda ini,” ucapnya.

 

Persiapan teknis pun mulai menjadi perhatian. Salah satu yang disorot adalah kesiapan sektor akomodasi mengingat Berau akan menerima kedatangan tamu dalam jumlah besar dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.

 

Panitia diminta segera membangun komunikasi intensif dengan pengelola hotel dan penginapan agar seluruh peserta dan tamu mendapatkan fasilitas tempat tinggal yang nyaman selama berada di Berau. Di sisi lain, konsep pelayanan selama pelaksanaan kegiatan juga diarahkan lebih dekat kepada masyarakat. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta ikut berkontribusi melalui penyediaan tenda pelayanan makanan bergizi gratis.

 

Setiap OPD diarahkan menyiapkan sedikitnya tiga tempat makan besar atau nampan yang nantinya dapat dibagikan langsung kepada tamu maupun masyarakat umum yang hadir.

 

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bentuk pelayanan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dalam perayaan Harganas tahun ini. Tak hanya mengandalkan perangkat daerah, Pemerintah Kabupaten Berau juga membuka ruang keterlibatan bagi perusahaan daerah maupun BUMN untuk ikut berpartisipasi.

 

Dukungan yang diberikan dapat berupa bantuan teknis maupun kontribusi lainnya guna mendukung kelancaran dan kemeriahan acara. Di tengah berbagai persiapan tersebut, isu lingkungan juga menjadi perhatian khusus. Pemerintah daerah tidak ingin pelaksanaan agenda besar justru meninggalkan persoalan sampah.

 

Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) diminta turun langsung melakukan pengelolaan di titik-titik kegiatan sekaligus memastikan sistem penanganan sampah berjalan optimal. Bupati Berau bahkan secara khusus mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai selama kegiatan berlangsung.

 

“Jangan ada penggunaan makan pakai plastik. Cukup diganti dengan daun pisang,” tegasnya.

 

Melalui pelaksanaan Harganas ke-33 Kaltim, Pemerintah Kabupaten Berau berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi benar-benar menjadi ruang memperkuat ketahanan keluarga sekaligus membangun kesadaran bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah. Menurut Sri Juniarsih, keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang sehat, produktif, dan mampu menjadi penopang kemajuan daerah di masa depan.

“Karena keluarga ini organisasi terkecil dan penting dalam pembangunan daerah, bangsa, dan negara,” tutupnya. (sep/FN/Advertorial)